Kemarin
Kulihat awan membentuk wajahmu
Desau angin meniupkan namamu
Tubuhku terpaku
Kulihat awan membentuk wajahmu
Desau angin meniupkan namamu
Tubuhku terpaku
Tangis itu pun pecah. Memuncah dalam
diam. Ellie tak mampu menahan bulir air matanya. Di pojok sudut apartemennya,
dia menangis sendirian. Jam tangannya menunjukkan pukul 19.03. Namun kesunyian
malam saat itu tak mampu membuat Ellie tenang. Kabar terburuk yang didapat
mengoyak perasaannya saat itu. Suami tercintanya, Tirta, tewas dalam kecelakaan
udara.
*** ***
***
Masih jelas teringat semua kekonyolannya
bersama Tirta setiap hari. Masih terpampang manis seluruh kenangan dengan
laki-laki yang susah payah membahagiakannya. Ellie, seorang sekretaris di
perusahaan yang bergerak di bidang properti. Sedangkan Tirta, seorang konsultan
pemerintahan di ibu kota. Mereka hanya bisa bertemu saat petang dan sebelum
matahari terbit. Semua risiko itu tak membuat hubungan mereka renggang, kecuali
satu hari di tanggal 15 itu.
“Halo seksiku, kita bisa ketemu di jam
makan siang? Ada yang harus aku sampein
ke kamu,” Tirta memulai percakapan via telepon.
”Boleh gantengku. Kebetulan lagi ada
waktu luang. Di tempat makan biasa ya.”
“Oke seksiku. Miss you.”
“Miss
you too sayang.”
*** ***
***
Tirta tiba lebih awal. Ada raut
kecemasan di garis wajahnya. Beberapa menit kemudian muncul sosok yang
ditunggu. Tak berhenti Tirta mengetuk meja dengan jarinya hingga membuat Ellie
curiga.
“Loh, sudah pesan makanan rupanya. Oh
ya, ada apa? Apa yang mau kamu omongin sayang?”
“Aku to
the point ya. Gini, minggu depan
aku ditugaskan ke Inggris. Ini kesempatanku sebenarnya untuk promosi jabatan.
Kamu ngizinin aku kan?"
Ellie terdiam. Ellie tak pernah bisa
jauh dari Tirta. Segala cobaan ujian bisa mereka lewati kecuali jarak. Ya, jarak
adalah musuh terbesar bagi Ellie. Dan, mereka pasti tahu ini akan jadi awal
kerenggangan hubungan itu.
“Jangan tanyakan hal itu. Jangan
tanyakan hal yang kamu tahu jawabannya.” mata Ellie berkilat.
Mereka terdiam begitu lama. Makanan di
depan mereka dingin tak tersentuh.
*** ***
***
Kupercaya
alam pun berbahasa
Ada makna di balik semua pertanda
Firasat ini
Rasa rindukah ataukah tanda bahaya
Ada makna di balik semua pertanda
Firasat ini
Rasa rindukah ataukah tanda bahaya
“Sayang, tolong jangan pergi. Ini
sangat mendadak. Aku gak sanggup
berteman dengan jarak.”
“Aku ingin membuktikan padamu bahwa
aku pantas. Sepulang dari Inggris, berhentilah bekerja. Sekali ini saja. Tak
lama.”
Balasan pesan pendek dari Tirta sungguh
mengalutkan pikiran Ellie. Dia tidak rela suaminya kali ini berangkat ke Inggris.
Ada sesuatu bergemuruh di hati dan pikirannya yang terus memburunya tiap waktu
dan siap membunuhnya kapan saja.
Semalaman Ellie tak bisa memejam.
Suaminya tidur lebih awal, mungkin khawatir ketinggalan pesawat.
*** ***
***
Tirta tetap pada keputusannya. Ellie pun
enggan mengantarkannya ke bandara. Tirta membiarkan Ellie berlaku demikian,
karena dia ingin membuktikan dia bisa membahagiakan Ellie lebih dan lebih
setelah jabatannya naik usai tugas dari Inggris. Namun, musibah terjadi
beberapa jam setelah pesawat lepas landas. Pesawat yang ditumpangi Tirta lepas
kendali dan kecelakaan pun tak terhindarkan. Seluruh orang di dalam pesawat
tewas, tak terkecuali Tirta.
Dan
lihatlah, sayang
Hujan turun membasahi
Seolah turun air mata
Hujan turun membasahi
Seolah turun air mata
Pihak maskapai mengubungi keluarga
korban tewas. Ellie tak berdaya menerima kabar itu. Air matanya terus menjadi
saksi atas cintanya pada Tirta.
“Kamu bodoh sayang, kamu bodoh. Kenapa
kamu gak denger omonganku untuk
membatalkan keputusanmu? Maafkan aku, maafkan aku karena gak bisa menahanmu pergi!” teriak Ellie.
Bagi Ellie, Tirta adalah segalanya.
Semua yang dia lakukan akan terasa sempurna bila bersama Tirta. Termasuk, memberi
saran sepele pada Ellie.
Sekarang, apa daya Ellie tanpa Tirta?
Ellie merasa tak mampu hidup tanpa Tirta. Lima tahun pacaran dan tiga tahun
menikah membuat Ellie bahagia. Dilahirkan sebagai anak yatim piatu, membuat
dirinya dikuatkan saat bersama Tirta. Karir Ellie yang terbilang lebih
cemerlang daripada Tirta akhirnya hanya sia-sia belaka tanpa sosok Tirta dalam
hidupnya.
*** ***
***
Seorang sekuriti memaksa masuk kamar
309. Sebab, sudah dua hari penghuni kamar tersebut tak menampakkan aktivitas.
Ellie pun terdata absen tanpa keterangan di kantornya.
Akhirnya pihak apartemen memutuskan
untuk masuk paksa kamar Ellie. Sekuriti menemukannya tewas bersimbah darah di
kamar mandi. Kepolisian menyatakan Ellie bunuh diri dengan memotong urat nadi
di tangan kirinya menggunakan pisau. Di tangannya tetap tergenggam foto
pernikahannya bersama Tirta.
Aku
pun sadari
Engkaulah firasat hati
Engkaulah firasat hati
Tidak ada komentar:
Posting Komentar